You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelurahan Kebon Kosong
photo Doc - Beritajakarta.id

PPKK Diimbau Segera Bongkar Bangunan Liar Gang Lalat

Warga Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat kembali menagih janji Pusat Pengelolaan Kemayoran (PPKK) yang akan menertibkan bangunan liar serta warung remang-remang yang berlokasi di Gang Lalat, pasca Lebaran tahun ini. 

Saya berharap rencana pembongkaran itu bukan hanya wacana. Karena sudah sering saya dengar dalam rapat, kalau lahan itu mau dibangun kantor polres atau kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum)

Warga mengaku sudah resah dengan maraknya bangunan liar dan warung remang-remang di wilayahnya. Apalagi setiap malam di Gang Lalat dijadikan lokasi mangkal wanita pekerja seks komersial (PSK). Belum lagi musik hingar bingar yang mengganggu kenyamanan warga setempat.

"Saya berharap rencana pembongkaran itu bukan hanya wacana. Karena sudah sering saya dengar dalam rapat, kalau lahan itu mau dibangun kantor polres atau kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata Suprapto, Lurah Kebon Kosong, Kamis (31/7).

Gubuk Liar di Kemayoran Dibongkar Usai Lebaran

Suprapto mengatakan, Pemprov DKI tidak mempunyai kewenangan untuk menertibkan bangunan liar di Gang Lalat karena lahan tersebut merupakan tanggung jawab PPKK. "Semuanya berujung di kebijakan PPKK, karena mereka yang punya lahan. Pemprov DKI tidak punya kewenangan membongkar bangunan liar di sana," tuturnya.

Suprapto menjelaskan, di Gang Lalat terdapat bangunan resmi yang memiliki surat dan bangunan liar semi permanen.Bangunan resmi yang belum dibebaskan, tercatat masih ada sebanyak 85 kepala keluarga (KK).

"Gang Lalat itu masuk RW 04. Di situ masih ada 85 KK yang belum dibebaskan. Mereka bayar PBB dan punya surat tanah yang rata-rata girik," ungkapnya.

Dikatakan Suprapto, dari 85 KK di RW 04 yang belum dibebaskan itu,  sampai kini sudah dipenuhi bangunan liar di lokasi yang berjumlah ratusan. Bangunan liar semi permanen tersebut ditempati pemulung, pedagang asongan hingga wanita PSK.

Suprapto menambahkan, bangunan liar yang berdiri di Gang Lalat sudah pernah ditertibkan secara bertahap sejak tahun 1990 hingga tahun 2010 lalu. Namun, karena peruntukan lahan itu tidak jelas, ratusan penghuni bangunan liar akhirnya kembali mendirikan bangunan di lokasi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6091 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2522 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2174 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1765 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1709 personNurito